FIFA dituduh melakukan "pengkhianatan monumental" oleh kelompok suporter setelah rincian harga tiket terbaru untuk Piala Dunia, yang akan diadakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, mulai beredar. Kelompok-kelompok fans mengecam kenaikan harga yang "sangat tinggi" (extortionate), yang menurut mereka mengabaikan kontribusi suporter terhadap tradisi dan spektakel turnamen global tersebut.
Organisasi suporter terkemuka, Football Supporters Europe (FSE), memimpin kecaman tersebut. Dalam sebuah pernyataan, mereka menyatakan: "Ini adalah pengkhianatan monumental terhadap tradisi Piala Dunia, mengabaikan kontribusi suporter terhadap spektakel itu."
Kenaikan Harga yang Mencolok
Kekhawatiran utama berkisar pada harga tiket yang dialokasikan kepada Asosiasi Anggota Peserta (PMA), yang biasanya didistribusikan kepada suporter paling setia melalui klub suporter resmi atau program loyalitas.
•Final: Harga termurah untuk final dilaporkan mencapai $4.185, sebuah lonjakan yang sangat besar. FSE mencatat bahwa biaya minimum bagi suporter yang mengikuti tim mereka dari pertandingan pertama hingga final melalui alokasi PMA adalah minimal $6.900, hampir lima kali lipat lebih mahal dibandingkan turnamen di Qatar 2022.
•Perbandingan dengan Qatar 2022: Harga termurah untuk tiket final di Qatar 2022 berada di kisaran $600. Kenaikan harga untuk kategori yang sama pada edisi mendatang adalah hampir tujuh kali lipat.
•Janji yang Hilang: Para suporter juga menyoroti dokumen penawaran FIFA tahun 2018 yang menjanjikan tiket serendah $21 untuk pertandingan babak grup dan biaya total menuju final di kategori termurah hanya $2.242. FSE mempertanyakan di mana tiket-tiket dengan harga yang dijanjikan tersebut.
Kebijakan Harga Dinamis dan Kurangnya Transparansi
Kemarahan fans juga diperburuk oleh dua faktor lain:
•Harga Dinamis: Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, FIFA mengadopsi sistem harga dinamis. Alih-alih harga standar di semua pertandingan babak grup, harga akan disesuaikan berdasarkan "daya tarik yang dirasakan dari pertandingan tersebut." FSE mengkritik sistem ini karena kurang transparan, yang berarti suporter dari tim nasional yang berbeda mungkin membayar harga yang berbeda untuk kategori yang sama pada tahap turnamen yang sama.
•Pengecualian Kategori Termurah: FIFA memilih untuk menarik kembali alokasi tiket kategori empat (termurah) dari Asosiasi Nasional, dengan mencadangkannya untuk penjualan umum yang tunduk pada harga dinamis. Ini berarti suporter paling setia, yang membeli melalui PMA, kehilangan akses ke kursi paling terjangkau.
Tuntutan FSE: Hentikan Penjualan Segera
Menanggapi harga yang "sangat tinggi" ini, Football Supporters Europe (FSE) menuntut tindakan segera dari FIFA.
"Kami menyerukan kepada FIFA untuk segera menghentikan penjualan tiket PMA, terlibat dalam konsultasi dengan semua pihak yang terkena dampak, dan meninjau harga tiket dan distribusi kategori hingga solusi yang menghormati tradisi, universalitas, dan makna budaya Piala Dunia ditemukan."
Hingga saat ini, FIFA belum memberikan komentar publik mengenai tuduhan "pengkhianatan monumental" yang dilontarkan oleh kelompok suporter. Kontroversi ini mengancam untuk membayangi persiapan turnamen, memaksa banyak fans setia untuk membuat keputusan yang menyakitkan tentang apakah akan menghadiri acara akbar sepak bola yang semakin tidak terjangkau ini.

0 Comments