Ticker

6/recent/ticker-posts

​"Sebut Hubungan AS-Rusia Menghangat, Putin Sindir Elite Eropa yang Terjebak dalam Ilusi Perang"


 

MOSKOW – Dalam sesi tanya jawab akhir tahun yang berlangsung dramatis pada Jumat (19/12/2025), Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan kritik tajam kepada para pemimpin Eropa. Ia menyatakan bahwa elite politik di Benua Biru kini berada dalam posisi yang "tidak sejalan" dengan dinamika global baru, terutama terkait perubahan arah kebijakan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump yang dianggapnya lebih pragmatis dan realistis.

Ketidakharmonisan Transatlantik

​Putin menyoroti adanya jurang pemisah yang semakin lebar antara Gedung Putih dan ibu kota negara-negara Eropa seperti London, Berlin, dan Paris. Menurutnya, sementara Washington mulai melihat Rusia bukan lagi sebagai musuh utama dalam Strategi Keamanan Nasional terbarunya, para pemimpin Eropa justru terjebak dalam "klise ideologis" masa lalu.

​"Amerika Serikat adalah pencipta NATO, sponsor utamanya. Namun, dalam strategi keamanan mereka yang baru, Rusia tidak lagi disebut sebagai musuh atau target," ujar Putin. "Eropa, di sisi lain, terus mengobarkan api ketakutan akan serangan Rusia yang sebenarnya tidak masuk akal."

Kritik Terhadap Elite Eropa

​Putin tidak menahan diri dalam mengecam para pemimpin Uni Eropa. Ia menyebut mereka kehilangan kemandirian politik dan hanya menjadi penghalang bagi upaya perdamaian yang sedang diinisiasi oleh Washington. Beberapa poin utama yang disampaikan Putin meliputi:

​Kehilangan Realitas: Putin menyebut peringatan NATO tentang potensi serangan Rusia ke wilayah Eropa dalam lima tahun ke depan sebagai "omong kosong" yang bertujuan untuk menjustifikasi peningkatan anggaran militer.

​Sentimen Politik: Ia menuding elite Eropa sengaja bersikap memusuhi karena mereka sebelumnya secara terbuka mendukung Partai Demokrat dalam pemilu AS 2024 dan kini merasa terancam oleh kembalinya kepemimpinan Republik yang lebih transaksional.

​Isu Aset Rusia: Putin memuji mundurnya Uni Eropa dari rencana penggunaan aset Rusia yang dibekukan sebagai jaminan pinjaman bagi Ukraina, menyebut rencana tersebut sebagai "perampokan di siang bolong" yang akan menghancurkan reputasi Eropa sebagai tempat yang aman untuk menyimpan aset.

Masa Depan Dialog Damai

​Rusia menegaskan bahwa mereka siap untuk melakukan pembicaraan damai guna mengakhiri konflik di Ukraina, namun hanya berdasarkan persyaratan yang menguntungkan Moskow dan mengatasi "akar penyebab" konflik. Putin menekankan bahwa pihaknya lebih memilih bernegosiasi langsung dengan Washington daripada dengan Brussels atau Kyiv, yang menurutnya tidak memiliki otoritas nyata dalam menentukan arah stabilitas keamanan global.

​Pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa utusan AS telah mengunjungi Moskow untuk mendiskusikan kerangka perdamaian, sebuah langkah yang membuat banyak negara anggota Uni Eropa merasa dikesampingkan dari meja perundingan.

Reactions

Post a Comment

0 Comments