Bagi manusia, cincin berlian mungkin menjadi simbol komitmen tertinggi. Namun bagi Pinguin Gentoo dan Pinguin Adélie, sebuah kerikil kecil yang halus adalah kunci untuk memenangkan hati sang kekasih.
1. Kerikil Sebagai Simbol "Mahar"
Di habitat yang tertutup es dan salju, tempat bersarang yang kering dan aman adalah aset yang sangat mewah. Kerikil digunakan untuk membangun sarang agar telur tidak terendam air saat es mencair. Itulah sebabnya, batu menjadi benda paling berharga bagi mereka.
Saat musim kawin tiba, pinguin jantan akan mencari kerikil yang paling cantik, paling halus, dan paling sempurna yang bisa ia temukan untuk diberikan kepada betina pilihannya.
2. Proses "Melamar" yang Menggemaskan
Proses ini tidak sembarangan. Berikut adalah tahapannya:
Pencarian: Jantan akan memilah-milah ribuan batu di pantai untuk menemukan satu yang terbaik.
Pemberian: Jantan mendekati betina dengan sangat hati-hati, lalu menjatuhkan batu tersebut tepat di depan kaki sang betina.
Keputusan: Jika betina menyukai batu tersebut, ia akan mengambilnya dan meletakkannya di sarangnya. Ini adalah tanda bahwa "lamaran" diterima dan mereka resmi menjadi pasangan.
3. "Kriminalitas" Demi Cinta
Karena persediaan batu yang halus terbatas, tidak jarang terjadi drama di koloni pinguin. Beberapa pinguin jantan yang malas atau licik akan menjadi pencuri.
Mereka akan menunggu pinguin lain lengah, lalu dengan cepat mencuri batu dari sarang tetangganya untuk diberikan kepada calon pasangannya sendiri. Persaingan memperebutkan batu ini sering kali memicu perkelahian kecil di antara para jantan.
4. Kesetiaan yang Luar Biasa
Banyak spesies pinguin yang bersifat monogami (setia pada satu pasangan) selama musim kawin, bahkan ada yang menjalin hubungan selama bertahun-tahun. Tradisi memberi batu ini bukan hanya tentang membangun sarang fisik, tetapi juga membangun ikatan kepercayaan antara pasangan untuk bekerja sama menjaga telur mereka nantinya.
Fakta Menarik:
Tidak hanya untuk melamar, pinguin jantan dan betina akan terus saling memberi batu selama proses pembangunan sarang sebagai cara untuk memperkuat ikatan emosional mereka.

0 Comments