Pernahkah Anda terpikir bahwa tubuh manusia bukan hanya terdiri dari air, otot, dan tulang, tetapi juga menyimpan harta karun berupa logam mulia? Ya, faktanya tubuh kita benar-benar mengandung emas.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai fakta unik keberadaan emas di dalam tubuh manusia.
1. Berapa Banyak Emas di Tubuh Kita?
Meskipun terdengar mewah, jumlah emas dalam tubuh manusia sangatlah kecil. Secara rata-rata, seseorang dengan berat badan 70 kg memiliki sekitar 0,2 miligram emas di dalam tubuhnya.
Jika emas ini dikumpulkan dan dibentuk menjadi kubus padat, ukurannya hanya sekitar 0,22 milimeter. Sebagai perbandingan, jumlah ini jauh lebih sedikit daripada kandungan zat besi atau kalsium yang kita miliki.
2. Di Mana Emas Tersebut Berada?
Emas tidak ditemukan dalam bentuk bongkahan kecil di organ kita. Sebaliknya, emas ini terlarut dalam bentuk ion atau partikel mikroskopis. Lokasi utamanya meliputi:
Darah: Sebagian besar emas mengalir melalui sistem peredaran darah kita.
Sendi: Terdapat konsentrasi kecil di area persendian.
Rambut: Penelitian menunjukkan bahwa emas juga bisa ditemukan pada helai rambut manusia.
3. Apa Fungsinya bagi Tubuh?
Hingga saat ini, para ilmuwan masih memperdebatkan fungsi biologis emas. Tidak seperti zat besi yang membantu mengangkut oksigen atau kalsium untuk tulang, emas dianggap sebagai elemen jejak (trace element).
Beberapa ahli berpendapat bahwa emas memainkan peran dalam pemeliharaan kesehatan sendi dan transmisi sinyal listrik di dalam saraf, namun tubuh manusia sebenarnya bisa berfungsi normal tanpa kandungan emas tersebut.
4. Dari Mana Emas Ini Berasal?
Kita tidak "memproduksi" emas. Tubuh mendapatkannya dari lingkungan sekitar melalui:
Makanan: Tanaman menyerap mineral dari tanah, termasuk emas dalam jumlah renik.
Air Minum: Air tanah seringkali mengandung mineral terlarut.
Debu: Kita menghirup partikel-partikel kecil dari udara yang mungkin mengandung elemen logam.
5. Emas dalam Dunia Medis
Meskipun jumlahnya di tubuh sedikit, emas memiliki sejarah panjang dalam pengobatan (Chrysotherapy). Karena sifatnya yang biokompatibel (tidak bereaksi negatif dengan jaringan tubuh), emas digunakan untuk:
Pengobatan Arthritis: Suntikan senyawa emas terkadang digunakan untuk mengurangi peradangan pada penderita rematik.
Gigi Palsu: Emas adalah bahan yang sangat baik untuk tambalan atau mahkota gigi karena tahan korosi.
Teknologi Nanopartikel: Dalam kedokteran modern, nanopartikel emas sedang dikembangkan untuk mendeteksi dan menghancurkan sel kanker.
Kesimpulan: > Secara teknis, setiap manusia adalah "tambang emas berjalan," meskipun nilainya secara finansial mungkin hanya beberapa perak saja. Kehadiran logam mulia ini membuktikan betapa kompleks dan menakjubkannya komposisi kimia yang membentuk kehidupan manusia

0 Comments